Jumat, 02 Juli 2010

Camera Obscura - Tears For Affairs (Live Concert in Bandung)

Beberapa waktu lalu Camera obscura datang dan konser di Indonesia dalam sebuah acara yang juga berlabel indie. Acara konser mereka berlangsung di Kota Bandung. Meskipun mereka adalah salah band indie, namun cukup terkenal di kalangan musisi Indonesia. Terbukti dengan banyaknya penonton Indonesia yang hadir dalam konser mereka.

Band ini berasal dari Glasgow, skotlandia. Mereka terdiri dari 5 orang personel yaitu,
Tracyanne Campbell,Gavin Dunbar,Carey Landar, Kenny McKeeve, Lee Thomson. Genre mereka sendiri adalah Indie Pop seperti yang saya katakan diatas tadi.

Mau tau lebih jauh tentang mereka, buka ajah website mereka www.camera-obscura.net atau di my space mereka di www.myspace.com/cameraobscuraband.


Kamis, 20 Mei 2010

Jazz At Fort Rotterdam 2010


Akhirnya event yg paling ditunggu-tunggu di Makassar, setelah sukses dilaksanakan tahun lalau, event Jazz at Fort Roterdam (JFR) dengan tema When Jazz meets Etnics ini kembali dilaksanakan pada tahun ini. Masih di tempat yang sama yaitu Fort Roterdam Makassar, event jazz terbesar di makassar, menurut panitia akan mengundang 400 artis (termasuk 50 artis dari luar negeri). Event ini juga dipromosikan di luar negeri yaitu di Belanda oleh Pakkarena N Jazz.

untuk informasi lebih lanjut bisa diakses di website ini...

http://jazzfortrotterdam.com/


So jangan sampai ketinggalan untuk nuntun event ini yah....jarang-jarang ada event sebesar ini makssar apalagi tentang musik jazz. Kalau gak punya cukup uang harus nabung okay. Semua nak Komunitas Musik Caritas FIB-UH Makassar harus wajib mesti nonton...^^

"Music Goes On Forever"

Rabu, 10 Maret 2010

Everybody Loves Endy


Band yang satu ini, emang sangat baru di Makassar. Tampil dengan warna musik berbeda, dan lain darpada yang lain. Tidak seperti genre musik yang trend zaman ini, mereka malah memilih genre jazz dan pop 70's sebagai gaya musik pilihannya.

Band ini digawangi oleh July (keyboard), takdir(bass), Endy(vocal), winda(violin), Ato(guitar), dan Echa(Drum).Awalnya mereka semua berasal dari genre musik yang berbeda, akhirnya bertemu dan membentuk sebuah band yang bernama Everybody Loves Endy -nama Endy diambil dari nama vocalis mereka- yang semuanya memiliki kesukaan terhadap musik jazz dan pop 70an. Hampir semua personel band ini adalah Mahasiswa Universitas Hasanuddin, dan sang keyboardistnya adalah anggota Caritas itu sendiri, jadi kalo mau pada ketemu mereka bisa kok jalan-jalan ke UNHAS^^

Band ini pernah tampil di beberapa acara, dan salah satunya di acara Caritas By Request yang diadakan oleh Komunitas musik Caritas. Mereka juga baru-baru ini tampil di acara festival budaya Jepang "Modern in Japan ways" yang diadakan oleh HIMASPA(himpunan mahasiswa sastra jepang UNHAS), lagu yang mereka bawakan tentu saja yg beraliran jazz dan pop 70an, seperti lagu2 dari Sixpence Nor The Richer , The Elize, The Cardigans , ato dari Laluna.

Saat ini mereka sedang membuat lagu mereka sendiri...*judulnya masih rahasia kata keboardistnya*...so kita tunggu saja aksi mereka selanjutnya..^^
"Music Goes On Forever"

Senin, 21 Desember 2009

Promosi untuk PAB Komunitas Musik Caritas di Kantin sastra UNHAS,,,,^^




Ini dia ...setelah beberapa bulan kami tidak membuka pendaftaran...akhirnya meskipun agak sedikit molor tapi kami bisa membuat PAB angkatan IX . Sebelum PAB dimulai ada banyak rangkaian acara yang akan Komunitas Musik Caritas adakan. Antara lain adalah Promosi ke fakultas sastra, yang diadakan di kantin sastra FIB-UH, dengan menampilkan anggota caritas yang sudah banyak makan asam garam dunia musik makassar, serta anggota caritas lainn yang baru meniti karir di bidang itu. ini dia beberapa foto yang kami tampilkan...smoga anda puas melihatnya..
ini mi ini artis-artisnya caritas....
mudah-mudahan bakalan sperti ini terus kalu bisa lebih maju lagi....
sekedar info..buat yang masih mau ambil formulir pendaftaran caritas, masih diperpanjang hingga pertengahan januari.

untuk semua partisipasinya kami mengucapkan banyak terimah kasih, buat Juli, yang sudah meminjamkan beberapa soundnya, untuk adiknya rizal yang sudah meminjamkan bassnya, buat angel akhirnya muncul juga setelah sekian lama merantau...buat alezzt sang ketua, chayou bro, untuk evi, ina, noru, nunu, lucy, rico, udhi,gandhi, elu, maman,ancha, naim, temen2nya Juli..dan terutama dan paling terpenting semua warga fakultas sastra, ekonomi, fisip, dan hukum yang juga menonton penampilan komunitas musik caritas. untuk semuanya kami ucapkan banyak-banyak terimah kasih..^^

"Music Goes On Forever"

Rabu, 09 September 2009

WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY “Senja Menggila”

Track List:
01. Senja Menggila
02. Zamrud Khatulistiwa
03. Bersandar
04. Nothing To Fear

“Senja Menggila” adalah debut single dari album terbaru White Shoes & The Couples Company yang akan dirilis di penghujung tahun 2009 oleh Aksara Records. Single ini dirilis secara gratis dalam 2 format. Format CD dibagikan bersamaan dengan sebuah artbook dengan judul sama yang berisi karya seni visual dari beberapa seniman muda Jakarta dan Yogyakarta dalam jumlah yang terbatas yaitu sebanyak 100 kopi. Format digital yang dirilis oleh Yes No Wave Music ini ditemani beberapa single lain yang pernah dirilis dalam album-album kompilasi di tahun 2006, 2007 dan 2008.

Lagu Senja Menggila ini mengingatkan kita pada scene beatnik yang tampak modis dalam balutan irama jazz, funk, calypso dan komposisi big band. Di beberapa bagian yaitu pada gesekan string dan bebunyian tiup bisa ditemukan gaya oriental yang membekas semenjak Aksi Kucing. Ini adalah perluasan wawasan dan wilayah dalam koridor retro. Musik popouler seperti ini sudah selayaknya bergaung dalam keheningan sebuah perpustakaan daerah yang tentunya sudah lazim disusupi oleh sebuah piranti mp3 player dari negeri cina. (Wok The Rock)

Info


Lagu Dan Aransemen: White Shoes & The Couples Company
Lirik: Aprilia Apsari
Aransemen Alat Gesek: Ricky Surya Virgana
Direkam Oleh Dono Firman Di Studio Pendulum Dan Studio Postcard, Jakarta
Mixing Oleh Dono Firman Di Studio Pendulum, Jakarta
Mastering Oleh Aghi Narrotama Di Rooftop Sound Studio, Jakarta

Musisi Pendukung: Panjita (biola), Belanegara Abimanyu Putra (perkusi), Indra Artie Dauna (terompet), Eugene Bounty (saksofon Alto), Leonardus Joko Mulyanto (saksofon Tenor), Johan Damaris (trombon), Harry Winanto (flute)

Produser Eksekutif: Aksara Records & White Shoes & The Couples Company
Produser Rekaman: Hazel Gazel Dan White Shoes & The Couples Company

Artwork Oleh Tandun

sumber: http://yesnowave.com/





Rabu, 29 Juli 2009

Festival Jazz pertama di Indonesia Timur at Fort Roterdam.

Yuk ke 1st Jazz@Fort of Rotterdam di Makassar

Posted on 26 July 2009 by Agus Setiawan Basuni

Jazz@Fort of Rotterdam

Jazz@Fort of Rotterdam

One-Note Entertainment yang didukung oleh WartaJazz.com akan menggelar Yuk ke 1st Jazz@Fort of Rotterdam di Makassar pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2009 mendatang, demikian yang disampaikan Hendra Sinadia, penggagas acara ini.

Sejumlah bintang dari Jakarta akan hadir memeriahkan acara dua hari yang digelar di ruang terbuka ini. Mereka yang hadir antara lain NERA feat. Gilang Ramadhan, gitaris Tohpati, gitaris Oele Pattiselanno, Jefry Tahalele, Cendy Luntungan, Iga Mawarni, Zarro, Riza Arshad, Indra Aziz Beat Bop Project, Mian Tiara, Paul T-Five dan Zerlina Devi.

Sementara tuan rumah Makassar akan menyajikan Phinisi – A Tribute to Benny Maelowa, Mangara Jazz Project, Andre Tidie Trio, La’Biri band, Obsession feat. Yogi, – Tribute to Grover Washington Jr, Rizky De Keyzer, Easy, Bossannova band, Jad N Sugy & lain-lain.

Panitia menetapkan tiket seharga Rp 100.000,(ini untuk dua hari), kalau anda cuman menonton satu hari saja, tiketnya seharga Rp.75.000,- untuk anda yang tertarik menonton. Silakan menghubungi 0411-325234 atau 081355860880

Kehadiran Jazz@Fort of Rotterdam yang dibuat dalam format festival merupakan sebuah kebanggaan bagi Makassar, karena ini adalah acara pertama yang digagas dikawasan timur Indonesia. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung sebagai agenda tahunan.

“Dukungan dari pemerintah daerah sangat positif”, demikian ungkap Hendra Sinadia. “Kami berkeinginan agar kegiatan ini dapat berhubungan dengan sister cities seperti Rotterdam dan Cape Town di Afrika Selatan”, tambahnya saat berkunjung ke redaksi WartaJazz.com beberapa waktu lalu.jazz-fort-of-rotterdam-merchandise

Kegiatan festival ini juga menambah semarak kegiatan jazz di Indonesia yang tak hanya diselenggarakan dipulau Jawa namun mulai pula dibuat di kawasan timur Indonesia. Hingga saat ini memang tercatat baru kota-kota di Sumatra, Jawa dan Bali yang menjadi tempat penyelenggaraan pertunjukan jazz berskala festival.

Dalam kegiatan ini panitia juga menjual sejumlah official merchandise dengan desain antara lain sebagai berikut.

http://www.wartajazz.com/2009/07/26/yuk-ke-1st-jazz-at-fort-of-rotterdam-makassar/


Selasa, 17 Maret 2009

U2 Kuasai Eropa

Band asal U2 benar-benar membuktikan kebesaran mereka dengan mendepak Prodigy dari puncak tangga album Eropa. Bono dkk berhasil melejit dengan album terbaru mereka bertajuk NO LINE ON THE HORIZON.

U2 melanjutkan kesuksesan mereka dengan merebut tempat nomer satu di Eropa setelah berjaya di daftar album terbaik untuk Amerika dan UK.

Prodigy terpaksa harus menerima kenyataan bahwa album mereka, INVADERS MUST DIE, jatuh ke posisi nomor dua. Sementara itu, Lady Gaga masih belum beranjak dari posisi sebelumnya, yakni di urutan ketiga dengan albumnya THE FAME.

Namun untuk urutan single terbaik, Poker Face milik Lady Gaga masih merajai tangga lagu Eropa selama tiga minggu berturut-turut.

Sedangkan lagu My Life Would Suck Without You yang dilantunkan Kelly Clarkson naik ke posisi kedua, menggantikan duet James Morrison dan Nelly Furtado bertajuk Broken Strings di posisi ketiga. (msc/boo)
link ; http://www.kapanlagi.com/h/u2-kuasai-eropa.html

Gigi, Tolak Kampanyekan Parpol

Grup band Gigi tetap akan profesional dan menolak untuk mengampanyekan partai politik (Parpol) manapun terutama pada masa kampanye terbuka Pemilu 2009 ini.

"Kami tetap profesional sebagai pemain musik dan kami tidak mau mengampanyekan Parpol atau mengarahkan masyarakat untuk memilih Parpol tertentu," kata personel Gigi, Armand Maulana sebelum mengisi acara kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (17/3).

Menurut dia, Parpol manapun yang meminta Gigi untuk tampil, jika memungkinkan akan dipenuhi tetapi dengan catatan tidak mengampanyekan Parpol bersangkutan.

"Seperti hari ini kami bermain musik untuk menghibur massa pendukung PKS, tetapi kami tidak sekalipun menyebut nama PKS di atas panggung, apalagi mengarahkan mereka untuk memilih PKS," katanya.

Ia mengatakan, dalam pentas tersebut personel Gigi juga tidak menggunakan atribut PKS dan simbol-simbol lain dari parpol.

"Lagu yang kami mainkan juga yang biasa kami mainkan dan tidak ada lagu yang menyebut nama parpol, karena kehadiran kami untuk menghibur dan bukan untuk kampanye," katanya.

Dalam kesempatan itu Gigi membawakan beberapa buah lagu seperti Pintu Surga, 11 Januari, Nakal dan beberapa lagu Gigi yang pernah menjadi hit.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum kontrak untuk mengisi acara kampanye PKS tersebut pihaknya memang telah membuat kesepakatan tidak bersedia untuk mengampanyekan parpol dan ini juga disetujui pihak penyelenggara.

"Kami sudah sepakat untuk tidak kampanye dan hanya bermain musik sebagai grup band profesional, sebab ini memang pekerjaan kami," katanya.

Ketika ditanya apakah dirinya merupakan pendukung PKS, Armand enggan berkomentar dan mengatakan dirinya juga punya pilihan parpol. "Saya punya pilihan parpol, tetapi itu rahasia saya dan saya tetap profesional," katanya. (kpl/dar)
link : http://www.kapanlagi.com/h/gigi-tolak-kampanyekan-parpol.html

Selasa, 03 Maret 2009

Gawat! Lagu 'Bongkar' Iwan Fals dibajak India

Lagi-lagi lagu karya musisi Indonesia dibajak musisi dan penyanyi India. Kali ini lagu “Bongkar” Iwan Fals yang berkolaborasi dengan kelompok Swami.

Lagu itu diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh musisi India dengan bahasa mereka. Dan judul lagu itu berubah menjadi ‘Oya Oya’ yang merupakan soundtrack film India “Horn Ok Pleassss”.

Seperti ditulis www.iwanfalsmania.blogspot.com, penggunaan aransemen lagu “Bongkar” oleh musisi India tanpa persetujuan dari pengarang lagu ini yaitu Iwan Fals dan kelompok Swami. Juga tidak ada izin dari label yang memayungi album Iwan dan Swami, yaitu Airo Records.

Ini berarti, lagu “Bongkar” telah dijiplak musisi India. Intro dan reffrain lagu versi India ini benar-benar mirip dengan versi Iwan Fals. Perbedaan hanya terdapat pada bagian kecil dan tentu saja bahasa yang digunakan.

“Kita jadi kembali ingat tentang kasus lagu ‘Tak Bisakah’ milik band Peterpan yang menjelma menjadi ‘Kya Mujhe Pyar Hai’. Lagu Peterpan itu dijiplak habis oleh musisi India dan menjadi lagu yang populer serta menduduki puncak tangga lagu cukup lama di India.

Namun menurut kabar berita, pihak Musica Studio (label album Peterpan) telah menyelesaikan kasus penjiplakan ini dengan kekeluargaan,” tulis www.iwanfalsmania.blogspot.com.
Menariknya lagi, orang yang menyanyikan “Oya Oya” dan “Kya Mujhe Pyar Hai” adalah penyanyi yang sama. Dia adalah penyanyi India bernama Kay Kay.

Dikhawatirkan, musisi India sedang melakukan ‘balas dendam’ sebab lagu-lagu mereka juga sering menjadi objek plagiarisme oleh musisi Indonesia terutama lagu-lagu dangdut. (IWN/Ezz)

Link ; http://tembang.com/info_detail.asp?id=3499&kategori=news

Minggu, 01 Maret 2009

Axl Rose: Slash Itu Kanker

Perseteruan antara Axl Rose dan mantan rekan se-bandnya di Guns N' Roses, Slash nampaknya sudah mendarah daging. Keduanya bagaikan air dan minyak, yang tak bakal bisa disatukan. Setidaknya dari pihak Axl, sudah menganggap mantan rekannya ini sebagai musuh bebuyutan.

Axl, yang tinggal satu-satunya personil di band ini menolak ajakan reuni dari Duff McKagan, malahan dia mengecam Slash.

Dalam wawancara dengan Spinner.com, Axl, mengatakan, "Kukira Duff dapat main gitar di mana saja, tapi tidak ada kemungkinan bagiku melakukan apapun dengan Slash....bagiku, secara pribadi aku menganggapnya seperti kanker yang harus dibuang, dihindari."

Bukan hanya soal pribadi, Axl juga mengecam ketrampilan Slash dalam bermusik. Menyebut kalau dia lebih senang mendengarkan musik orang lain daripada temannya ini.

Personil awal Guns N' Roses di masa jayanya digawangi Rose (vokalis), Slash (gitar), Izzy Stradlin (gitar), Duff McKagan (Bass) dan Steven Adler (drum). Perseteruan antara Rose dan Slash dimulai sejak mereka melakukan tur di tahun 1991. Kabarnya Rose, yang merasa sebagai penggagas terbentuknya band ini mulai menuntut hak tunggal nama Guns N' Roses dari Slash dan McKagan. Sejak itu ketegangan semakin memuncak. Dan satu-persatu personel grup ini mengundurkan diri.

Slash hengkang dari band ini di tahun 1993 setelah beberapa kali cekcok dengan Rose. Dan gitaris ini membentuk band sendiri, Velvet Revolver. Meski sudah 16 tahun berlalu sejak Slash keluar, sampai sekarang hubungan kedua musisi ini masih tidak dapat diperbaiki. Di antara semua rekannya, Slash-lah yang sering kali mengecam Axl dengan pedas di media. (stp/erl)
Link ; http://www.kapanlagi.com/h/axl-rose-slash-itu-kanker.html

Kamis, 12 Februari 2009

Limp Bizkit Reuni Dengan Formasi Awal

Band nu-metal asal Florida, Limp Bizkit baru saja mengumumkan bahwa mereka berencana untuk reuni dengan formasi awal mereka saat terbentuk di tahun 1995. Band beranggotakan lima orang ini juga berencana untuk menggelar tur keliling dunia dalam tahun ini.

Fred Durst (vokal), Wes Borland (gitar), Sam Rivers (bass), John Otto (drum) dan DJ Lethal berencana meluncurkan album baru yang akan segera disusul dengan serangkaian tur mulai musim semi nanti. Borland sendiri sempat meninggalkan Limp Bizkit di tahun 2001 namun sempat bergabung lagi di tahun 2004 meski untuk waktu yang cukup singkat.

Dalam sebuah pernyataan, Borland dan Durst mengatakan bahwa mereka berdua telah berbaikan dan bahwa ada yang lebih penting daripada perselisihan di antara mereka berdua. "Meski jalan kami sempat berbeda, kami sadar bahwa ada energi yang kuat dan unik dalam band ini yang tak kami temui di mana pun. Itu sebabnya Limp Bizkit kembali. (ctm/roc)
Link:http://www.kapanlagi.com/h/limp-bizkit-reuni-dengan-formasi-awal.html

Sabtu, 10 Januari 2009

Dari Iklan Jadi Single


Jika Anda ingat D’cinnamons sebagai trio, maka ingatan Anda perlu diperbarui karena sekarang formasi mereka menyisakan duo gitaris/vokalis Dodo dan gitaris/backing vocal Bona. Kelompok yang sudah merilis dua album [Good Morning dan soundtrack Cintapuccino dengan single “Selamanya Cinta”] ini kini merilis single “Galih dan Ratna.” Ini adalah lagu yang sama yang pernah dinyanyikan almarhum Chrisye pada akhir ’80-an. Di aransemen yang baru ini, mereka membawakan lagu itu dengan tempo yang lebih cepat dan diharapkan akan membuat pendengarnya bergoyang.

Siaran persnya, menulis begini: “Galih dan Ratna” kali ini dihadirkan dalam tempo trainbeat, dengan mood yang ringan seperti bercerita ke pendengar tentang indahnya cinta antara Galih dan Ratna. Elemen khusus yang membuat unik adalah munculnya permainan gitar dobro yang diperlakukan seperti bermain banjo, yang menemani dari awal sampai akhir lagu. Aransemen unik ini kembali dibuat dan di produseri oleh Gatot Alindo, yang juga memproduseri lagu “Selamanya Cinta”.

Proses daur ulang lagu ini dimulai ketika mereka mencoba mendaur ulang tiga lagu berbahasa Indonesia untuk kepentingan pitching iklan produk rumah tangga ke sebuah perusahaan periklanan. Demo yang dibuat dalam waktu tiga hari itu akhirnya dikirimkan juga ke Pops Musik, perusahaan rekaman tempat mereka bernaung, hingga dipilih satu lagu. Dengan tak bermaksud menolak tawaran iklan, akhirnya Pops Musik dan D’cinnamons lebih tertarik untuk merilis single “Galih dan Ratna” di awal tahun 2009 ini.

Link ; http://rollingstone.co.id/?m=rs&s=news&a=view&id=87

Lagu The Beatles Digratiskan

Beberapa lagu karya The Beatles akhirnya dapat di-download secara gratis lewat sebuah situs Norwegia. Situs ini berhasil mendapatkan hak untuk membagikan lagu-lagu The Beatles secara gratis dan legal. Sebenarnya download ini adalah bagian dari acara Var daglige Beatles (Our Daily Beatles).

Dalam acara ini, para 'penyiar' mendiskusikan lagu-lagu The Beatles seperti Yesterday dan Let It Be dan sekaligus memutar lagu yang mereka bicarakan tadi. Lagu-lagu inilah yang kemudian dapat di-download secara gratis dan legal tentunya setelah mendaftar terlebih dahulu.

Dalam kesepakatan yang dijalin antara situs tersebut dan pihak The Beatles disebutkan bahwa acara tersebut diijinkan menggunakan lagu-lagu The Beatles selama total durasi lagu-lagu tersebut tidak lebih dari 70% durasi acara. (ctm/roc)

link ; http://www.kapanlagi.com/h/0000269745.html

Senin, 29 Desember 2008

Gitar Kurt Cobain Dijual US$100 Ribu

-Kurt Cobain mungkin sudah meninggal lebih dari 14 tahun, namun karisma pentolan grup grunge Nirvana ini masih cukup kuat. Buktinya, gitar Kurt yang sudah rusak dan tak bisa digunakan pun masih laku dilelang. Dan kabarnya gitar ini akan dilelang dengan harga pembukaan US$100 ribu.

Karir Kurt Cobain memang tergolong pendek. Namun dalam rentang waktu kurang dari sepuluh tahun itu, musisi jenius yang satu ini sudah mampu mencatatkan namanya dalam sejarah musik dunia. Dan itu semua dilakukan hanya dengan tiga album saja. Popularitas Nirvana mulai menanjak ketika grup ini ngetop lewat tembangnya Smells Like Teen Spirit.

Gitar Fender Mustang yang sudah rusak ini dipastikan akan dilelang dalam acara yang digelar Experience Music Project di Seattle, Washington dengan harga awal US$100 ribu. Selama ini gitar rusak itu menjadi milik seorang musisi punk rock bernama Sluggo.

Menurut Sluggo, ia memperoleh gitar itu langsung dari Kurt yang saat itu baru saja membanting gitar Fender ini dalam sebuah pertunjukan. Sluggo menukar gitar rusak ini dengan gitar yang masih berfungsi karena Kurt yang saat itu belum populer tak punya uang untuk membeli gitar baru. (fft/roc)

link ; http://www.kapanlagi.com/h/0000268450.html

Kamis, 18 Desember 2008

15 Artis Berkampanye Siaga Bencana Alam Lewat Musik

Para musisi bahu membahu memberitahu masyarakat agar siaga bencana kapan saja dan dimana saja. Oleh Wendi Putranto

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [LIPI] kini tidak hanya peduli dengan penelitian ilmiah belaka, mereka juga peduli rock & roll! Bekerjasama dengan Electrified Records yang dimiliki oleh Naif mereka merilis album kompilasi bertitel Science In Music [Album Kompilasi Siaga Bencana].
Tentu saja album ini tidak untuk diperjualbelikan namun dibagikan gratis sebagai medium kampanye penyebar pesan-pesan kewaspadaan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, Tsunami, gunung meletus hingga angin puting beliung.
CD kompilasi bertitel Science In Music [Album Kompilasi Siaga Bencana] yang memuat 15 lagu tersebut diisi oleh Naif, Navicula, Samsons, Netral, Franky Sahilatua, Mocca, The Upstairs, St. Loco, Efek Rumah Kaca, Lake Of Three, White Shoes & The Couples Company, 70’s Orgasm Club, Buset, MGM serta Frank N’ Friends. Franki Indrasmoro alias Pepeng, drummer Naif mengepalai proyek ini sebagai produser.
“Para musisi ini berusaha menerjemahkan bahasa ilmiah LIPI yang kerap kali sulit dimengerti oleh masyarakat awam ke dalam bahasa yang lebih sederhana yaitu musik,” demikian dikutip dari press release yang dibagikan pada Jumat [28/11] di Kedai, Jalan Benda, Jakarta Selatan.
Sebelumnya di bulan April silam pihak LIPI telah menggelar workshop tentang bencana alam khusus bagi para musisi yang ikut serta di album kompilasi ini. Proses “pembekalan” ini terbukti cukup berhasil karena setelahnya beberapa band kemudian langsung terinspirasi menciptakan lagu mengenai bencana alam.
Misalnya Navicula, band grunge Bali yang sejak lama telah melakukan advokasi terhadap isyu-isyu lingkungan hidup ini menyumbangkan single bertitel “Supermarket Bencana” yang dengan satir mengungkap potensi bencana dibalik keindahan alam negeri kita.
“Lahan hijau yang terhampar di seribu pulau yang terjajar / Indonesia negeri aman sentosa / Tapi jangan lengah kawan / dibalik semua keindahan ada sembunyi tak kelihatan / Buka mata dan telinga / bencana alam mengancam / kapan saja dia siap menerkam,” teriak Robi, sang vokalis di lagu tersebut. Efek Rumah Kaca menyumbangkan lagu pelan “Hujan Jangan Marah” yang diambil dari album terbaru mereka yang bakal beredar pertengahan bulan depan, Kamar Gelap. Sementara band new wave The Upstairs merekam ulang lagu ceria “Dansa Akhir Pekan” dan mengganti judul serta liriknya dengan pesan-pesan eksplisit yang harus dilakukan apabila terjadi bencana gempa bumi atau gelombang Tsunami.
“Di kala gempa melanda / keluar ke tempat yang terbuka / berlindung di bawah meja / merapat ke dinding bangunan / ku siap siaga / terhadap bencana,” nyanyi Jimi Multhazam, vokalis The Upstairs di lagu berjudul “Siap Siaga”.Tak semua band di album ini membawakan lagu ciptaan mereka sendiri, Lake Of Three, band baru yang merupakan proyek sampingan Glenn Fredly [vokal, gitar] bersama Barry Likumahuwa [bass] dan Nyonk Webster [drums] merekam ulang hit klasik “Kemarau” milik grup legendaris The Rollies dalam nuansa pop funk yang keren.

Album kompilasi siaga bencana ini rencananya oleh LIPI akan dibagikan kepada masyarakat yang berada di wilayah-wilayah rawan bencana di seluruh Indonesia berbarengan dengan program-program penyuluhan yang akan digelar. Peluncuran pertama album ini telah dilakukan di Yogyakarta pada tanggal 24-26 Oktober silam dalam acara Pameran Nasional Siaga Bencana.

“Awalnya kami merilis CD sebanyak 5000 keping untuk dibagi-bagikan namun selanjutnya kami rencananya akan bekerjasama dengan media massa untuk mendistribusikannya secara cuma-cuma,” ujar Irina Rafliana, mewakili pihak LIPI.


SCIENCE IN MUSIC

[Album Kompilasi Siaga Bencana]

Track List:

  1. Story of Aceh – MGM
  2. Supermarket Bencana – Navicula
  3. Hujan Jangan Marah – Efek Rumah Kaca
  4. Metropolis – Saint Loco
  5. Zamrud Khatulistiwa – White Shoes & The Couples Company
  6. Waduh, Indonesia Rawan Bencana – Buset
  7. Dimana Nurani – Franky Sahilatua
  8. Dengan Nafasmu – Samsons
  9. Promises – Mocca
  10. Alam Indonesia – Naif
  11. Indonesia Supermarket Bencana – The 70’s Orgasm Club
  12. Kemarau – Lake Of Three
  13. Unlimited – Netral
  14. Siap Siaga – The Upstairs
  15. Nusantara Tercinta – Frank N’ Friends
link ; http://rollingstone.co.id/index.php?m=rs&s=news&cid=36&a=view&id=57

Bono Dapat Nobel

Rocker Irlandia Bono telah dianugerahi penghargaan Nobel Man of Peace untuk usahanya memerangi kemiskinan, hutang dan penyakit di Afrika.

Walikota Paris, Bertrand Delanoe, mengadakan perayaan pembagian penghargaan itu pada hari Jumat (12/12), memberikan penghargaan bagi anggota band U2 itu untuk kampanye globalnya untuk membujuk negara kaya untuk memberikan bantuan pada negara yang butuh bantuan.

Bono mengungkapkan begitu bahagianya dia menerima penghargaan itu. Dia merasa menjadi rocker yang berlebihan dihargai dan mendapatkan penghargaan. (cmc/cax)

link ; http://www.kapanlagi.com/h/0000266358.html

Minggu, 07 Desember 2008

Indie

INDEPENDENT MUSIC Musik nampaknya menjadi hal yang tidak akan ada habisnya dibahas. Perkembangan musik yang begitu cepat menjadi salah satu pemicu munculnya beberapa aliran-aliran musik baru. Selain berfungsi sebagai penghibur, musik juga berfungsi sebagai media untuk menyampaikan pesan dari sang musisi. Lewat musik, sang musisi mampu menyampaikan pesannya, baik berupa sindiran atau pun jeritan hati. Akhir-akhir ini musik Indonesia mulai diramaikan dengan munculnya para musisi pendatang baru. Sayangnya banyak dari para musisi tersebut yang karyanya terkekang karena berapa hal yang dibuat oleh beberapa recording company. Musikus harus mengikuti apa keinginan pihak recording agar karyanya dapat diedarkan, dengan adanya cara seperti ini maka kekreativitasan para musisi tersebut tidak dapat berkembang. Pada posisi ini mereka benar-benar menjadi boneka pihak recording company tersebut.
Side Stream Music
independent Beberapa musisi yang tidak terima karena karya-karyanya harus dibatasi akhirnya melakukan sebuah “pemberontakan” dalam bermusik. Mereka benar-benar tidak suka jika mereka menjadi sebuah boneka dari sebuah recording company. Karena beberapa hal tersebut akhirnya timbulah istilah Indie yang berasal dari kata Independent yang berarti mampu berdiri sendiri. Berdiri sendiri di sini memiliki arti mereka sama sekali tidak dipengaruhi dalam membuat musik dan bebas dalam proses pendistribusiannya.
Banyaknya musisi indie pada saat ini jelas menjadi sebuah fenomena tersendiri. Para musisi indie tersebut nampaknya benar-benar nyaman dalam bermusik, mereka juga sama sekali tidak dikejar-kejar dalam pembuatan album mereka sendiri.
Komunitas indie pada saat ini jauh lebih teroganisir dan jelas dibandingkan pada pertengahan tahun 90an. Pada saat itu ruang lingkup indie benar-benar sangat sempit dan terpecah. Indie sempat terpecah menjadi Indies dan Underground. Komunitas Indies sendiri biasanya terinspirasi dari beberapa musisi Inggris, sehingga timbulah istilah Brith Pop atau British Pop. Musik Indies memiliki beat yang santai dan sedikit banyak menceritakan tentang teriakan hati dari sang musisi tersebut.
Morrissey, Oasis, Pulp, Depache Mode, New Order manjadi salah satu inspirasi bagi para musisi Indies pada saat ini. Indies juga mulai menjadi sebuah lifestyle yang cukup banyak diminati. Para komunitas musik yang satu ini cenderung terlihat seperti para junkie, make up yang membuat muka terlihat pucat dan potongan rambut yang sedikit aneh menjadi sebuah icon dari aliran musik yang satu ini.
Terlepas dari Indies, kita juga sempat mendengar istilah Undergound. Nama yang sedikit menyeramkan benar-benar mewakili dari musik yang satu ini. Para musis Underground memang terlihat sedikit berantakan dibandingkan dengan para musisi yang lainnya. Musik yang keras dan berkesan gelap menjadi musik favorit bagi komunitas yang satu ini.
Para musisi Underground sendiri biasanya mengusung musik jenis Punk dan Hardcore. Kekerasan nampaknya menjadi sesuatu hal yang wajar bagi para pencinta musik ini. Aksesoris yang mengesankan kekerasan seperti rantai dan spike juga dapat Anda temukan dengan mudah pada komunitas yang satu ini. Setelah mengalami beberapa proses dan seiring dengan berjalannya waktu akhrinya kedua jenis musik ini menyatu dan mengibarkan bendera indie.
Retrievel
Awal tahun 2000 merupakan sebuah moment tersendiri dari para musisi indie tersebut. Musik indie mulai dapat diterima di beberapa kalangan masyarakat dan tetap menjadi sebuah lifestyle. Kualitas dari musiknya sendiri pun jauh lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kualitas yang semakin baik tersebut akhirnya menciptakan sebuah kesempatan-kesempatan untuk memperlihatkan hasil karya mereka. Jika sebelumnya musisi indie hanya dapat bermain di tempat-tempat tertentu, kini mereka dapat dengan mudah ditemukan sedang bermain di beberapa tempat yang lebih bagus.
Untuk pendistribusian album mereka sendiri pun kini jauh lebih mudah. Dahulu nampaknya sangat sulit jika mereka ingin menjual karya-karya mereka, kini beberapa distro pun sanggup memasarkan album-album mereka, selain itu, banyaknya recording company yang memang khsusus untuk musisi indie pun semakin banyak bermunculan. Komunitas para pencinta musik ini pun semakin berkembang dan semakin luas.
Indie ‹---› Major
indie Fenomena semakin majunya musik indie nampaknya mulai dilirik oleh major label. Para pihak major label tersebut kini banyak yang mulai menawarkan beberapa musisi indie untuk bergabung dengan mereka. Major hanya membantu dalam proses pendistribusiannya saja, untuk isi dari lagunya sendiri para musisi indie tersebut tetap murni karya mereka sendiri, mereka tetap tidak mau dipengaruhi oleh major label. Dengan adanya kerja sama seperti ini nampaknya menciptakan sebuah keuntungan bagi kedua belah pihak tersebut, yaitu major label dan indie label. Namun dengan bertambahnya waktu, jika nantinya major label telah mendatangkan keuntungan bagi para musisi indie, apakah mereka para musisi tersebut tetap bertahan di jalurnya atau jangan-jangan nantinya mereka akan berubah menajadi boneka dari pihak major. Jika musisi indie tersebut benar-benar telah menjadi boneka dari pihak major, nampaknya kritis musisi akan mulai kita temukan.

link ; http://freemagz.com/time-out/independent-music

Dewa Budjana-Andra Dirikan Sekolah Gitar

Banyaknya permintaan les gitar kepada Dewa Budjana membuat hati gitaris GIGI itu tergerak. Bersama gitaris Dewa 19, Andra Ramadhan ia mendirikan sekolah gitar.

Sekolah gitar yang diberi nama GSI (Guitar School of Indonesia) itu akan didirikan kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Budjana, Andra beserta dua teman lainnya, Arya Setyadi dan Bernard memfokuskan pendidikan seni gitar dan bass di sekolah tersebut.

"Banyak orang yang nanya mau belajar dan aku nggak punya media untuk ngajar. Ini sekolah gitar dan bass. Nantinya saya juga Andra akan memberikan klinik juga di sekolah itu. Mau belajar bareng silahkan, kalau mau private ya silahkan," ujar Budjana kepada detikhot via ponselnya, Rabu (3/12/2008).

GSI rencananya mulai resmi dibuka Januari 2009 mendatang. Para staff pengajar pun benar-benar orang pilihan dengan kemampuan bermusik yang tak perlu diragukan lagi.

"Musik itu udah jadi pilihan juga. Bukan hanya kerjaan saja. Kursus itu harus dimulai sejak dini, makanya kita buat saja sekolah ini. Buat siapa saja yang ingin belajar," jelas Budjana.

Ketertarikan Budjana untuk berbagi ilmu gitar sudah terlangsung sejak lama. Namun 10 tahun lalu Budjana sempat ditawari untuk membuat sekolah musik dengan namanya. Pemilik buku 'Gitarku: Hidupku, Kekasihku' itu pun menolak untuk menjual namanya.
(yla/yla)

link :http://music.detikhot.com/read/2008/12/03/160600/1047414/242/dewa-budjana-andra-dirikan-sekolah-gitar

Kamis, 27 November 2008

Guns N Roses: 'CHINESE DEMOCRACY', Akhir Sebuah Penantian


Setelah sempat tertunda selama lima belas tahun, akhirnya album CHINESE DEMOCRACY dirilis juga meski hanya secara eksklusif lewat Best Buy. Lalu setelah mengendap selama itu di studio apa sebenarnya yang akan ditawarkan Axl Rose yang notabene tinggal satu-satunya personel awal Guns N Roses?

Secara umum, empat belas lagu yang dikemas dalam album ini terasa jauh berbeda dengan warna yang selama ini ditawarkan GNR. Kalaupun ada kesamaan sebenarnya album ini lebih mirip lagu November Rain atau Estraged karena Axl banyak memasukkan unsur orkestra dan bunyi denting piano seperti pada kedua lagu tersebut.

Melihat hasil akhir dari album berusia lebih dari sepuluh tahun ini, wajar saja jika Slash dan para personel lain memilih mengundurkan diri dari GNR. Konsep album ini sudah melenceng jauh dari titik awal tempat GNR didirikan. Malah bisa disebut album ini sebenarnya adalah solo album Axl Rose meski masih mengusung nama GNR.

Axl Rose

Bila Anda melihatnya dari sisi kreativitas, maka bisa dibilang album ini adalah hasil eksperimen dari Axl yang jelas penuh dengan warna baru. Axl tak segan-segan memasukkan bunyi-bunyian synthesizer dan mellotron untuk mencapai hasil yang ia mau. Hasilnya memang membuat lagu-lagu dalam album ini terasa fresh, modern, megah sekaligus juga kehilangan taring.

Soal kehilangan taring, bisa disebut hampir semua lagu memang kehilangan power yang dulu identik dengan musik GNR. Di samping disebabkan karena bunyi-bunyian 'mesin' yang rata-rata dianggap 'haram' oleh para musisi rock karena menghilangkan 'roh' dari lagu itu sendiri, nada-nada hip-hop yang tercium keras di beberapa lagu juga turut menyumbangkan andil dalam menurunkan 'tegangan' lagu.

Untungnya, kesan lembek ini sedikit terangkat oleh raungan serak falsetto Axl ditambah dengan suara riff-riff gitar dengan distorsi tebal. Namun jangan berharap dapat mendengar solo gitar yang melodius kental berbau blues ala Slash karena ia tak lagi menyumbangkan suara gitarnya dalam album ini. Akhirnya yang tersisa hanyalah suara gitar dengan efek distorsi tebal dan nada-nada yang sebenarnya lebih terasa sebagai pamer teknik dan kecepatan saja.

Axl Rose

Ada beberapa lagu dalam album ini yang sebenarnya cukup menarik, atau setidaknya punya paduan nada yang catchy dan dijamin bakalan jadi track favorit. Sebut saja lagu Chinese Democracy yang dibuka dengan riff gitar yang sepintas terdengar seperti riff lagu Rock You Like a Hurricane punya Scorpions atau track berjudul Better yang awalnya terdengar lebih mirip lagu R&B ketimbang lagu rock.

Pada lagu Madagascar yang sekilas terdengar seperti lagu Kashmir punya Led Zeppelin, Axl mencoba memasukkan sampel dari pidato Dr. Martin Luther King di tengah-tengah lagu sementara IRS dan Riad n' the Bedouins dikemas dalam aransemen yang sederhana sehingga lebih kental berbau hard rock.

Meski tak bisa dibilang album yang buruk, namun CHINESE DEMOCRACY ini tak bisa juga disebut sebuah album yang fenomenal dari sebuah grup rock besar seperti GNR. Bisa jadi mungkin karena sudah terlalu lama kita menunggu dirilisnya album ini sampai saat ia benar-benar dirilis, geregetnya sudah hilang. (kpl/roc)

Link : http://www.kapanlagi.com/a/0000006307.html

KLA Project Gandeng Rapper Asal Inggris

Kembali berkiprah di kancah musik Indonesia, KLA Project tak ingin statis dengan konsep lamanya. Kali ini KLA hadir dengan konsep baru yang juga mengambil sentuhan RnB di mini album yang 29 November 2008 nanti akan di-launching-nya. Untuk itu, KLA menggandeng rapper asal inggris, Christopher Aquilar, untuk 'nge-rap' di lagu barunya, Someday.

Katon Bagaskara, salah satu personil KLA Project, mengungkapkan, ia mendapatkan rapper asal Inggris itu melalui informasi yang disosialisasikannya melalui Facebook. Ia mengumumkan ke publik tentang keinginannya untuk menggandeng rapper yang potensial dan cocok membawakan lagu di salah satu album yang digarapnya. Alhasil, ia mendapatkan Christopher Aquilar sebagai rapper yang paling cocok untuk lagunya.

"Ketemunya di komunitas Facebook. Saya pakai bahasa Inggris mau mencari rapper. Di inbox banyak yang masuk. Terus aku coba yang Indonesia dulu. Asik, cuman ngebitnya kurang. Terus Chris masuk. Dia mau coba. Dia datang ke Indonesia. Kebetulan dia ada bisnis. Dia datang sama manajernya ke rumah. Begitu saya minta ngerep dan itu bagus sekali," papar katon.

Lagu Someday itu sendiri liriknya ditulis dalam bahasa campuran antara Inggris dan Indonesia. Katon berharap lagu itu bisa diterima di luar negeri.

"Lagu Someday ini kita memang memikirkan untuk go internasional. Mungkin dengan berbahasa campuran ini bisa diterima di luar negeri," katanya di acara syukuran dan latihan untuk persiapan konser di Elfa Music Studio, di kompleks pertokoan D'Best Jakarta Selatan, Kamis (27/11). (kpl/ang/rif)

Link :http://www.kapanlagi.com/h/0000263800.html